sponsoredbygod.net – PT Astra Honda Motor (AHM), salah satu raksasa otomotif di Indonesia, tengah menantikan langkah konkret dari pemerintah terkait kelanjutan program subsidi motor listrik. Di tengah upaya global menuju transportasi ramah lingkungan, AHM melihat subsidi sebagai kunci untuk meningkatkan adopsi kendaraan listrik di Tanah Air, khususnya di segmen roda dua yang mendominasi pasar Indonesia. Dengan lebih dari 80 juta unit sepeda motor beredar, transisi ke motor listrik menjadi langkah strategis untuk mengurangi emisi karbon dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Pada Agustus 2024, Marketing Director AHM, Octavianus Dwi Putro, menyatakan harapannya agar pemerintah yang baru dapat memperpanjang insentif yang telah berjalan sejak 2023. Program subsidi senilai Rp7 juta per unit, yang diberikan untuk pembelian motor listrik baru dan konversi dari motor berbahan bakar bensin, dinilai efektif meningkatkan minat konsumen. “Subsidi ini sangat membantu. Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah untuk memaksimalkan program ini,” ujar Octavianus saat ditemui di Cikarang. Namun, ia menegaskan bahwa AHM akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah.
Hingga April 2025, data dari Sisapira mencatat 54.486 unit motor listrik telah tersubsidi pada tahun ini, masih jauh dari target 200.000 unit di 2023. AHM berharap pemerintah dapat menyederhanakan syarat kepemilikan, seperti yang dilakukan pada 2023 dengan memperluas akses subsidi untuk semua warga berusia di atas 17 tahun yang memiliki KTP elektronik. Selain itu, AHM juga mendorong pengembangan infrastruktur pengisian daya dan standarisasi baterai untuk mendukung ekosistem motor listrik.
Dengan model seperti Honda EM1 e: yang telah diluncurkan, AHM siap berkontribusi pada visi Indonesia menuju net zero emission pada 2060. Namun, keberhasilan ini bergantung pada dukungan pemerintah yang konsisten. Harapan AHM kini tertuju pada kebijakan baru yang dapat mempercepat transisi hijau di sektor otomotif.